WaLLs On Bumi Mina Tani - The Life in The World Cyber

Melihat Kehidupan Juara Pildacil V Asal Pati (1) , Usia 11 Tahun Sudah Banyak Tawaran Berdakwah

Pati-Di tengah ribuan jamaah Jama’iyyah Burdah Al Asyiq tampil seorang bocah cilik bersama kawannya yang tergabung dalam Anida (kelompok bermain). Bocah cilik ini tak lain Qarin Aliya Saidah, juara IV Pidacil V yang digelar salah satu televisi swasta mengingatkan kepada para jamaah yang hadir untuk tidak melupakan seorang ibu.
Qarin sapaan akrabnya Senin (24/3) lalu, tampil bersama adiknya, Khamelia dan teman-temanya dalam acara Peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Lapangan Sepak Bola Dukuh Pule, Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu. Bocah yang mengenakan gaun jiblab warna putih yang dipandu dengan kerudung merah tidak menunjukkan rasa grogi sedikitpun saat ribuan pasang mata yang menyaksikannya di atas panggung.qarin dakwah
Pengalamannya selama mengikuti Pidacil dan memberikan dakwah kepada para jamaah menjadikannya tampil percaya diri. Dalam acara ini, dia membawakan puisi tentang Sholawat Nabi dan menyanyikan lagu yang berjudul ibu.
“Surga berada di telapak kaki ibu. Maka, jangan sekali-kali kita membankang perintah ibu. Ibu telah mengandung, melahirkan kita dan mengasuh kita hingga seperti ini,” ujar Qarin.
Meski usianya baru 11 tahun, pengalamannya memberikan dakwah tidak dapat diragukan lagi. Siswa kelas V SD N Tayu Wetan 01, Kecamatan Tayu, hampir tiga kali setiap bulan memberikan ceramah.
Dia tampil dihadapan para jamaah berdasarkan panggilan dari jamaah. Namun, dari panggilan untuk memberikan dahwah ini tidak semua diterimanya. Qarin mengatakan masih ingin memfokuskan para dunia pendidikannya lebih dulu.
Bocah perempuan ini tidak hanya memberikan ceramah di Kabupaten Pati saja. Bahkan, luar kota dan luar pulau Jawa tetap dilakukan. Untuk bulan April mendatang, ada tiga tawaran untuk memberikan ceramah di Kalimantan.
Belajar berdakwah, anak pertama dari dua bersaudara ini mengaku dari ibunya. Sejak kecil dia sudah diajarkan membaca buku cerita pendek yang sifatnya keagamaan. Dari membaca dan diajari ibu dan guru sekolahnya, dia bisa memberikan ceramah kepada orang yang usianya lebih dewasa.
“Dari kecil memang suka membaca buku cerita, setiap malam menjelang tidur pasti disempatkan membaca buku. Walau hanya sekedar buku cerita-cerita pendek,” ungkap Luluk, ibu Qarin. (bersambung) - RIS ANDY KUSUMA

Leave a Reply

Archives

March 2008
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Other

Syndication