Komisi A DPRD Kabupaten Pati Akan Panggil Pengusaha Warnet Terkait Situs Porno
PATI-Maraknya anak-anak yang dibawa umur yang leluasa membuka situs porno di warnet. Komisi A DPRD Pati berencana memanggil pengusaha warnet di Pati untuk mendukung pemblokiran situs porno.
“Sekarang anak-anak SD dan SMP sudah banyak yang datang ke warnet. Namun, ada yang mereka kerjakan, kebanyakan melihat situs-situs orang dewasa yang sebenarnya tidak layak menjadi konsumsi anak-anak,” ujar Adjie Sudarmadji, Ketua Komisi A DPRD saat ditemui kemarin.
Adanya fenomena ini, dia sangat mengkhawatirkan generasi anak muda yang rusak akibat situs porno. Karena, akhir-akhir ini marak dengan kasus pesta seks bebas di kalangan pelajar.
Padahal, menurutnya, kemajuan teknologi digunakan untuk hal yang positif. Keberadaan warnet, imbuhnya dapat dimanfaatkan mencari tugas dari sekolah. Bahkan, bisa berlatih bahasa asing dengan memanfaatkan keberadaan warnet.
“Kenapa mereka harus mereka membuka situs-situs porno, kalau mereka bisa memanfaatkan khan bisa bertukar informasi dengan negara lain dan generasi kita bisa lebih pandai. Bukan membuka situs yang tidak-tidak generasi akan semakin rusak,” papar Ketua Komisi A.
Untuk itu, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan pengusaha warnet untuk memblokir situs porno. Hal ini dilakukannya, untuk membatasi akses anak-anak dan remaja membuka situs porno.
Meski saat ini pemerintah sedang gencar melakukan pemblokiran situs porno, terangnya masih membutuhkan dukungan dari pengusaha warnet. Sebab, tanpa dukungan dari pengusaha warnet, pemerintah akan kecolongan terhadap situs porno.
“Kemajuan teknologi ini sangat cepat, para penguna warnet tidak akan mudah menyerah begitu saja untuk mengakses situs porno. Kalau tanpa adanya dukungan, hal ini akan semakin sulit terwujud,” tandasnya. (ris)